Minggu, 02 Desember 2012

Kreativitas


  1. PENGERTIAN KREATIVITAS
Banyak ahli yang merumuskan mengenai pengertian kreativitas, beberapa ahli yang menyatakan tentang pengertian kreativitas diantaranya adalah:
• Guilford (1967) menyatakan bahwa intelejensi berkaitan dengan berpikir secara konvergen, sedangkan kreativitas adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berpikir divergen. Berpikir konvergen merupakan proses berpikir yang didasari oleh berbagai hal menuju satu kesimpulan. Sedangkan berpikir divergen kemampuan berpikir yang berawal dari satu persoalan atai satu hal menuju berbagai hal. 

• Utami Munandar menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-priduk baru, meskipun tidak semua komponennya baru.       

• Edward de Bono menyatakan bahwa kreativitas berasal dari bahasa inggris yaitu “create” yang artinya mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada. Dan sesuatu tersebut harus memiliki nilai-nilai tersendiri, maka kreativitas dapat diartikan sebagai menciptakan sesuatu yang benarbenar baru yang mengandung nilai-nilai.   

Apabila beberapa pendapat ahli tersebut disimpulkan maka akan diperoleh pokok-pokok mengenai pengertian kreativitas tersebut, yaitu:      
• Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-produk baru.
• Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir divergen, meskipun tetap ada kaitannya dengan kemampuan berpikir konvergen.
2.      Ciri-ciri Kreativitas  
Ciri kreativitas dapat dibedakan dalam ciri kognitif dan ciri non      kognitif. Menuru munandar (1990:51) menyatakan bahwa pemaduan ciri kognitif dan ciri afektif dalam pengembangan kreativitas dimaksudkan agar kreativitas yang dimiliki individu itu dapat terwujud secara nyata.      
Pengembangan kreativitas individu tidak hanya membutuhkan ketrampilan untuk berpikir kreatif saja, tetapi juga memerlukan pengembangan pembentukan sikap, perasaan dan kepribadian yang mencerminkan kreativitas.
3.      Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan afektif dan kognitif antara lain :
4.      a. Ciri kreativitas yang berhubungan dengan affektif meliputi : rasa ingin tahu, bersifat imaginativ, merasa tergantung oleh kemajemukan, sikap berani mengambil resiko, sikap menghargai.
5.      b. Ciri kreativitas yang berhubungan dengan kognitif meliputi : ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan berpikir luwes atau fleksibel, ketrampilan berpikir orisional, ketrampilan merinci atau mengelaborasi serta ketrampilan menilai.
6.      Ciri kreativitas digolongkan kedalam dua bagian yaitu anak yang    kreativitasnya tinggi dan anak yang kreativitasnya rendah. Anak yang kreativitasnya tinggi cenderung lebih ambisius, mandiri, otonom, cenderung percaya diri, efisien dalam berpikir, tertarik pada hal-hal yang komplek dan perspektif, mampu mengambil resiko. Sedangkan anak yang rendah kreativitasnya kurang memiliki kesadaran diri akan arti hidup sehat dan sejahtera, kurang bisa mengendalikan dirinya dan kurang efisien dalam berpikir.
7.      Pada dasarnya seorang anak selalu mencotoh orang tua dan ingin    mandiri seperti apa yang diperbuat orang tua. Dengan meniru orang tua, anak akan menunjukkan kreativitasnya, anak yang kreatif biasanya lebih percaya diri, penuh inisiatif, terbuka terhadap pengalaman yang baru, luwes dalam berpikir dan selalu ingin mandiri. Anak yang ingin mandiri pada dasarnya ingin mendapatkan pengakuan dari orang tua bahwa pada diri anak sudah tumbuh menuju kearah kedewasaan. Anak sudah mulai tidak senang diatur dan dikekang apalagi dipaksa. Kebebasan merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam diri anak. Bahwa tujuan anak melakukan sesuatu yang menarik perhatian orang lain karena anak ingin mengetahui bagaimana reaksi orang lain karena anak tersebut ingin memperhatikan kepada orang tua maupun orang yang ada disekelilingnya bahwa kehadiranya perlu  diperhatikan dan diakui. Hal itu mencerminkan kreativitas alamiah anak usia dini.
8.      Adapun ciri-ciri perilaku yang mencerminkan kreativitas alamiah anak khususnya pada anak usia prasekolah, seperti:
a. Senang menjajaki lingkunganya.    
b. Mengamati dan memegang segala sesuatu, mendekati segala macam        tempat atau pojok, seakan-akan haus akan pengalaman.          
c. Rasa ingin tahu mereka besar, karena itu mereka suka mengajukan pertanyaan, dan seakan-akan tidak pernah puas dengan jawaban yang diberikan.           
d. Anak usia prasekolah bersifat spontan dan cenderung menyatakan pikiran dan perasaannya sebagai mana adanya, tanpa merasakan hambatan, seperti tampak pada orang dewasa.     
e. Anak usia prasekolah selalu ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru; ia senang “berpetualang”, dan terbuka terhadap rangsanganrangsangan baru yang mana sering mencemaskan orang tuanya. 
f. Mereka senang melakukan “eksperimen” hal ini tampak dari perilakunya senang mencoba-coba dan melakukan hal-hal yang sering membuat orang tuanya atau gurunya keheran-heranan dan tidak jarang pula merasa tidak berdaya menghadapi tingkah laku anaknya.
g. Anak usia prasekolah jarang merasa bosan, ia senang melakukan macammacam hal, dan ada-ada saja yang ingin dilakukan.         
h. Biasanya anak usia prasekolah mempunyai daya imajinasi tinggi, yang nyata jika orang dewasa menyempatkan untuk mendengar ungkapanungkapan dan mengamati perilakunya.
9.      Ada pula cirri-ciri kreativitas yang lain yaitu memiliki rasa ingin tahu yang mendalam, sering mengajukan pertanyaan yang berbobot (tidak asal tanya), memberikan banyak gagasan (usul-usul terhadap suatu masalah), mampu menyatakan pendapat secara spontan, mempunyai/ menghargai rasa keindahan, menonjol dalam satu atau lebih bidang studi, dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi, mempunyai rasa humor, mempunyai daya imajinasi (memikirkan hal-hal baru dan tidak biasa), mampu mengajukan pikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain (orisinil), kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macan gagasan, serta mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan.           
Dari beberapa pandangan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa     kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dapat menghasilkan keadaan yang baru, yang berupa gagasan-gagasan atau pemikiran-pemikiran yang masih abstrak serta dapat pula benda-benda yang konkrit. Hal ini dilakukan oleh anak agar mendapat pengakuan tentang keberadaan dirinya dan dianggap sejajar dengan orang dewasa, sehingga anak akan selalu menampilkan
kreativitas yang sangat membantu perkembangan jiwanya. Dari kreativitas
tersebut anak mampu berpandangan jauh kedepan dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk hidup mandiri tanpa selalu menggantungkan diri pada orang lain.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya kreativitas
Mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berkembangnya kreativitas seseorang, berikut ini david Champbel (dalam Mangunhardjono, 1986) menjelaskan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas yaitu;         

• Faktor Genetik        
• Adanya ketebukaan dalam keluarga           
• Adanya kebebasan psikologis         
• Kehidupan yang sering berpindah-pindah  
• Tersebianya fasilitas yang memadai untuk mengembangkan bakat
• Keberanian untuk mengambil resiko
4. Usaha-usaha Guru Untuk Mengembangkan Kreativitas Anak
Untuk membantu anak tetap memiliki dan mengembangkan potensi kreatifnya, menurut Rachmawati (2010) dibutuhkan seorang guru yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Kreatif dan menyukai tantangan
Syarat pertama seorang guru yang dapat mengembangkan kreativitas anak adalah guru tersebut juga merupakan individu yang kreatif. Tanpa sifat ini sulit sekali seorang guru dapat memahami keunikan karya dan kreativitas anak. Kreativitas ini lah yang nantinya akan disalurkan pada anak. Misalnya, membuat boneka dari kaus kaki dan sebagainya.
  1. Menghargai karya anak
Menghargai karya anak apapun bentuknya adalah prinsipil sifatnya. Tanpa sikap ini mustahil anak akan bersedia mengekspresikan dirinya secara bebas dan mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Penghargaan dapat berupa pujian, ataupun pengakuan dari guru bahwa anak tersebut telah dengan baik membuat suatu karya yang membanggakan dirinya. Hal ini bisa berupa kata-kata seperti: “bagus sekali gambarnya”, ataupun dengan memberikan penghargaan berupa hadiah.
  1. Menerima anak apa adanya
Setiap anak adalah unik dan khas, mereka berbeda satu sama lain. Seorang guru dituntut untuk memahami keunikan tiap anak dan menerimanya dengan baik serta menghindari sikap diskriminatif. Penerimaan terhadap anak , erat kaitannya dengan rasa aman. Jika anak merasa diabaikan dan tidak diterima oleh gurunya , maka ia akan kehilangan rasa amannya ketika berdekatan dengan gurunya. Guru tidak mmbedakan antara anak orang yang lebih kaya atau tidak.
  1. Motivator
Seorang pengembang kreativitas adalah seorang motivator/ pendorong bagi peserta didik.
Ekspresif, penuh penghayatan, dan peka pada perasaan
Kematangan emosional para pengembang kreativitas adalah hal penting untuk dapat menyelami hasil kreativitas anak. Sikap yang ekspresif dan luwes dalam menunjukkan penghargaan dan bimbingan terhadap peserta didik, dapat menjadi modal berkembangnya kreativitas pada anak.
  1. Pecinta seni dan keindahan
Banyak hasil karya kreativitas berbentuk karya seni, jika guru pengembangan kreativitas tidak memahami atau bahkan tidak menyukai seni dan keindahan bagaimana mereka dapat mengetahui kalau karya tersebut memiliki arti penting baik bagi pembuat maupun bagi orang lain. Konsep=konsep dasar mengenai estetika sebaiknya dimiliki oleh guru pengembang kreativitas. Hal inidiperlukan sebab guru harus mengembangkan bakar kreativitas seni anak.
  1. Memiliki kecintaan yang tulus terhadap anak
Anak memiki perasaan dan mampu membedakan orang yang tulus atau tidak menyayangi mereka. Kecintaan terhadap anak akan memberikan kenyamanan secara psikologis bagi anak untuk dapat dengan tenang dan senang melakukan eksplorasi terhadap potensi dirinya. Anak akan secara reflek menjauh jika ia merasa tidak tenang dekat dengan guru yang bersangkutan jika guru tersebut tidak tulus terhadap anak-anak.
  1. Memiliki ketertarikan terhadap perkembangan anak
Masa the golden age yang dimiliki oleh anak, memerlukan suatu pendekatan yang tepat untuk dapat memfasilitasi optimalnya aspek-aspek perkembangan yang mereka miliki. Guru pengembang kreativitas anak hendaknya memiliki kepedulian aspek-aspek perkembangan anak. Dengan hal tersebut guru dapat mewujudkan dalam bentuk pemahaman yang mendalam tentang apa yang sebenarnya dimiliki oleh anak. Dan guru dapat memberikan penanganan yang tepat bagi anak dengan potensi yang mereka miliki. Guru harus terus memantau sejauh mana perkembangan peserta didik.
  1. Bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak
Setelah guru mengetahui potensi yang dimiliki anak, maka selanjutnya adalah berpikir dan bertindak bagaimana seharusnya potensi tersebut dapat dikembangkan. Dan dengan cara apa potensi tersebut dikembangkan.
  1. Hangat dalam bersikap
Kenyamanan secara psikologis dapat menciptakan suatu iklim yang kondusif, ini diperlukan bagi pengembangan kreativitas. Kasih sayang, sentuhan (touch), dan kehangatan dalam bersikap akan dapat menunjang bagi terciptanya suatu psychological athmosphere yang baik bagi anak. Anak tidak akan tegang dan takut dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya dengan potensi yang mereka miliki. Guru harus menunjukkan wajah ceria dan terseyum dan tidak boleh menunjukkan wajah manyun karena jika manyun anak akan takut dan merasa tidak nyaman.
  1. Dinamis
Salah satu hal yang merupakan ciri dari kreativitas adalah menyukai perubahan (change). Perubahan tersebut tidak hanya terletak pada produknya saja tetapi pada proses, person dan pres yang tercipta dalam situasi yang lebih dinamis, sehingga mereka dapat membuat sesuatu yang baru, yang lain daripada yang lain. Seperti dalam pemberian tema, guru harus bisa mengemasnya dengan cantik dan tidak itu-itu saja.
  1. Bersedia bermain dengan anak
Bermain adalah metode efektif untuk mengembnagkan kreativitas anak. Strategi dan pendekatan apa pun yang digunakan untuk mengembnagkan kreativitas dapat dilakukan dalam bentuk permainan. Guru bisa ikut nimbrung saat anak bermain, dan menanyakan apakah ia boleh ikut main tidak. Guru tidak hanya berfungsi menjaga anak-anak tapi memberikan perhatian termasuk dalam bermain.
  1. Luwes dan lincah dalam menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak
Sikap dan kepribadian yang menarik oleh guru pengembang keativitas akan dapat tercermin dari pribadi yang luwes (fleksibel) dan lincah dalam menghadapi segala macam kebutuhan, minat dan kemampuan anak. Kedekatan dan pendekatan yang dilakukan guru diupayakan agar anak merasa senang dalam melakukan kegiatan, merasa diterima, dipahami, dan diperlakukan dengan penuh perhatian.

  1. Memberi kesempatan
Memberikan kesempatan untuk anak memilih yang disukainya, tidak terpaud dengan apa yang di inginkan guru saja. Anak juga diberi kesempatan memberikan penjelasan tentang apa yang dibuatnya.

SUMBER:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar